Selasa, 27 Agustus 2019

Cara Telaah Artikel Yang Baik


Artikel atau Jurnal, dapat kita telaah ulang. Cara Telaah Artikel atau Jurnal Sebagai Berikut :
contoh : 
Hasil Telaah Artikel tentang Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia

A.  Judul Artikel
Pada judul artikel terdapat 4 kata, sedangkan dalam teori judul sebaiknya terdiri dari 5 10 kata. Artinya pada judul Artikel masih terlalu pendek.
(Ada baiknya  jika di cantumkan tahun penelitian agar pembaca mengetahui kapan dilakukannya penelitian dan mencukupi kata minimal dalam membuat judul yaitu 5 10 kata)
B. Penulisan Nama
Dalam penulisan artikel nama tidak disertai dengan gelar akademik. Sudah sesuai dengan teori.
C. Abstrak dan Kata Kunci
Masalah dalam artikel Insidensi Penyakit Tidak Menular : Hipertensi di Indonesia,
Tujuan nya untuk : memberikan informasi tentang prevalensi Hipertensi di Indonesia, mengetahui karakteristik dan determinan Hipertensi dan factor resiko yang berkaitan dengan hipertensi.
Penelitian ini menggunakan Cross Sectional dan Case Control
Hasil penelitian : prevalensi Hipertensi di Indonesia adalah 32,2 %. Hipootesis tidak di cantumkan. Dalam penulisannya pun di translate kedalam bahasa Inggris (sudah sesuai dengan teori)
Panjang abstrak adalah 229 kata ( dalam teori 75 -100 kata )
Key word : hipertensi, prevalensi dan factor resiko
D. Metode
a.    Sumber data dari Riskesdas 2007 dengan responden yang berumur 18 tahun yang berjumlah 567.530 orang.
b.      Desain analisis menggunakan Cross Sectionaldan case control. Tehnik analisis data dengan melakukang seleksi variabel Independen dengan analisis bivariat.
E.  Hasil
Dalam artikel di cantumkan tabel dan pembahasannya
F.  Pembahasan
Dalam pembahasan artikel, masalah, tafsiran hasil dari penelitian dan menyusun teori atau langkah selanjut nya sudah tercantum.
G. Simpulan dan saran
Kesimpulan dalam artikel juga di jelaskan atau di uraikan hasil dari pembahasan.
H. Daftar rujukan
Daftar rujukan terlampir..

Syarat – syarat judul yang baik :
1. Spesifik
2. Efektif, judul tidak boleh lebih dari 12 kata untuk bahasa          Indonesia dan 10kata untuk bahasa Inggris
3. Singkat, Menurut Day (1993), judul yang baik adalah yang menggunakan        kata-kata sesedikit mungkin tetapi cukup menjelaskan isi paper.    Namun, judul tidak boleh terlalu pendek sehingga menimbulkan     cakupan penelitian yang terlalu luas yang menyebabkan pembaca             bingung.
4. Menarik
5. Pembaca dapat langsung menangkap makna yang disampaikan dalam jurnal dalam sekali baca
 Judul jurnal ini adalah
IS THE COLLEGE ENVIRONMENT ADEQUATE FOR ACCESSING TO NUTRITIONEDUCATION : A STUDY IN TAIWAN
Kritik terhadap judul jurnal tersebut :
1. Kurang spesifik karena pembaca kurang bisa memahami apa   eksposuredan outcome pada penelitian ini hanya dari sekali baca
2. Keefektifitasan judul diluhat dari kelugasan penulisannya yaitu tidak    bolehlebih dari 10 kata. Jadi judul jurnal ini tidak efektif karena   judul terdirilebih dari 10.
3. Judulnya kurang karena judul berupa kata tanya, pada hal itu tidak diperbolehkan untuk penulisan jurnal ilmiah.
4. Pembaca kurang bisa memahami apa makna yang ingin disampaikan oleh     peneliti jika hanya dari membaca judul saja

Nama Penulis, Syarat – syarat penulisan nama penulis jurnal :
1. Tanpa gelar akademik/ professional
2. Jika lebih dari 3 orang boleh yang dicantumkan hanya   penulis utama,dilengkapi dengan dkk ; nama penulis lain dimuat di          catatan kaki ataucatatan akhir
3. Ditulis alamat dari penulis berupa email dari peneliti
4. Tercantum nama lembaga tempat peneliti bekerja
5. Jika penulisan paper dalam tim, penulisan nama   diurutkan sesuaikontibusi penulis.Penulis Utama :Penggagas,        Pencetus Ide, Perencana & penanggung jawab utama kegiatan. Penulis kedua :Kontributor kedua,dst.
Abstrak Abstrak merupakan ringkasan suatu paper yang mengandung semua informasi yang diperlukan pembaca untuk menyimpulkan apatujuan dari penelitian yang dilakukan, bagaimana metode/pelaksanaan penelitian yang dilakukan, apa hasil-hasil yang diperoleh dan apasignifikansi/ nilai manfaat serta kesimpulan dari penelitian tersebut.Abstrak yang baik harus mencakup tentang permasalahan, objek  penelitian, tujuan dan lingkup penelitian, pemecahan masalah, metode penelitian, hasil utama, serta kesimpulan yang dicapai.Selain judul, umumnya pembaca jurnal-jurnal ilmiah hanyamembaca abstrak saja dari paper-paper yang dipublikasi dan hanyamembaca secara utuh paper-paper yang paling menarik bagi mereka

Cara penulisannya :
Tersusun tidak lebih dari 200 – 250 kata. Namun ada pula yangmembatasi abstraknya tidak boleh lebih dari 300 kata. Karena itu untuk  penulisan abstrak cermati ketentuan yang diminta redaksi.Ditulis dalam bhs. Indonesia & Inggris. Diawali bhs. Inggris jika penulisan keseluruhan tubuh paper dalam bhs. Inggris, dan diawali bhs.Indonesia jika penulisan keseluruhan tubuh paper dalam bhs. Indonesia.Berdiri sendiri satu alinea (ada juga yang menentukan bisa lebihdari satu alinea).Untuk jenis paper hasil penelitian: Penulisan abtraknya tanpa tabel,tanpa rumus, tanpa gambar, dan tanpa acuan pustaka. Jadi tidak bolehmengutip pendapat orang lain, harus menggunakan data-data dan hasil penelitian serta argumen yang didapat dari penelitian sendiri.Untuk jenis paper hasil review : Penulisan abstraknya bolehmengutip hasil penelitian orang lain dari acuan pustaka/ sumber yangdiacu
Di bawah abstrak ditulis kata kunci, paling sedikit terdiri dari tigakata yang relevan dan paling mewakili isi karya tulis. Demikian juga di bawah abstract ditulis paling sedikit tiga
key words yang sesuai dengan kata kunci pada abstrak (bhs. Indonesia). Kata kunci, tidak selalu terdiri 3 kata, ada juga yang menentukan kata kunci ditulis dalam 4-6 kata(tergantung redaksi, jadi perhatikan ketentuan yang diminta).
Adakah kekonsitenan dalam penulisan dimana metode maupun hasilmenjawab tujuan penelitian.Konsisten karena bahasan penelitian sesuai tujuan, hasil dankesimpulan.
7. Literatur, Semua bahan acuan dalam bentuk jurnal, buku ataupun naskah ilmiahyang digunakan sebagai referensi/acuan ditulis pada bagian ini. Reference yang dirujuk haruslah yang benar-benar mempunyai kontribusi nyatadalam penelitian tersebut.
Penulisan Daftar Pustaka Sistem Harvard (author-date style).Sistem Harvard menggunakan nama penulis dan tahun publikasi dengan urutan pemunculan berdasarkan nama penulis secara alfabetis. AlamatInternet ditulis cetak miring.
Contoh :
Buller H, Hoggart K. 1994a. New drugs for acute respiratory distress syndrome. New England J Med 337(6): 435-439.
Penulisan Daftar Pustaka Sistem Vancouver (author-number style)
Sistem Vancouver menggunakan cara penomoran (pemberikan angka)yang berurutan untuk menunjukkan rujukan pustaka (sitasi).Contoh :
(1) Prabowo GJ, Priyanto E. New drugs for acute respiratory distress syndromedue to avian virus. N Ind J Med. 2005;337:435-9.
Penggunaan literature telah tepat, yaitu menggunakan sumber-sumber acuan yang dapat dipercaya dan sesuai atau mendukung teori dalam penelitian ini. Secara umum, penyusunan daftar pustaka terdiri atas dua jenis, yaitu dengan cara penomoran dan penyusunan secara alfabetis.

Tugas Kuliah : Manajemen Logistik


TUGAS
TELAAH  JURNAL
MATA KULIAH MANAGEMEN LOGISTIK








DOSEN
Dr. Dedy Almasdi, SSi.Apt.MSi


Oleh:

RAHMI HIDAYANTI
NIM. 1620322021



PASCA SARJANA
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2017


TELAAH JURNAL
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT : THE INFLUENCE OF SCM ON PRODUCTION PERFORMANCE AND PRODUCT QUALITY


Judul
:
Supply Chain Management : The Influence of SCM on Production Performance and Product Quality
Penulis
:
Arawati Agus
Publikasi
:
Journal of Economics, Business and Management, Vol 3 No 11 November 2015.
DOI : 10.7763/ JOEBM.2015.V3.332. http://www.joebm.com
Penelaah
:
Rahmi Hidayanti
Tanggal Telaah
:
6 Januari 2018


I.    Deskripsi Jurnal :

1. Tujuan Utama Penelitian
Untuk mengetahui dampak Supply Chain Management terhadap kinerja produksi dan kualitas produk serta peran mediasi dalam hubungan antara SCM denga kualitas produk.

2. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara SCM dengan kinerja produksi dan kualitas produk. Variabel SCM yang digunakan kemitraan pemasok strategis, produksi ramping, pertukaran informasi yang berkualitas dan teknologi dan inovasi memiliki korelasi yang tinggi dan signifikan dengan kinerja produksi dan kualitas produk. Efektivitas dan efisiensi produksi memiliki korelasi yang kuat dan signifikan dengan teknologi dan inovasi baru (r = 0,510 dan r = 0,535) serta produksi ramping (r = 0,509 dan r = 0,534). Kesesuaian produk, kinerja produk dan keandalan produk juga memiliki korelasi positif dan signifikan dengan variabel SCM. Temuan ini konsisten dengan beberapa penelitian sebelumnya yang memproklamasikan transformasi organisasi yang lebih baik sebagai hasil inisiatif SCM.
Hasil algoritma Smart PLS menunjukkan bahwa jalur dari SCM ke kinerja produksi (PPERF) relatif tinggi dengan beban 0,619 dan signifikan dengan nilai t 13,122. Model algoritma Smart PLS menunjukkan dampak SCM terhadap kinerja kualitas produk cukup tinggi dengan pemuatan 0,404 dan signifikan dengan nilai t sebesar 6,683. Kinerja produksi berpengaruh positif (loading = 0,462) dan pengaruh signifikan (t-value = 7,603) terhadap kinerja kualitas produk.
Identifikasi kinerja produksi memediasi hubungan SCM dan kualitas produk, SCM menunjukkan efek signifikan secara langsung maupun tidak langsung (melalui kinerja produksi) terhadap kualitas produk. Kinerja produksi memediasi hubungan antara SCM dan kualitas produk. Untuk lebih memvalidasi hubungan mediasi, uji Sobel dilakukan untuk menguji signifikansi efek mediasi. Hasil uji Sobel (t-value = 5.133, 0.001) memberikan dukungan terhadap efek mediasi dan kinerja produksi dalam hubungan antara SCM dan kualitas produk. SCM pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas produk perusahaan manufaktur di Malaysia.
Kontribusi masing-masing variabel SCM menunjukkan bahwa "teknologi dan inovasi baru" (nilai pemuatan = 0,854) memiliki kontribusi tertinggi terhadap implementasi SCM. Variabel kemitraan pemasok strategis (nilai pemuatan = 0,844), variabel pertukaran informasi berkualitas (nilai pembebanan = 0,853) dan variabel produksi ramping (nilai pemuatan = 0,778). Semua indikator memiliki nilai probabilitas yang signifikan. Temuan menunjukkan SCM memiliki pengaruh yang tinggi terhadap indikator kinerja produksi khususnya efisiensi produksi (nilai pemuatan = 0,950) dan efektivitas produksi (pemuatan = 0,949). Hasil Smart PLS menunjukkan variabel SCM memiliki kontribusi signifikan terhadap indikator kualitas produk, yaitu "kinerja produk" (nilai pemuatan = 0,947), "kesesuaian produk" (nilai pemuatan = 0,943), dan "keandalan produk" (nilai pemuatan= 0,940).



3. Kesimpulan Penelitian
  SCM yang baik dapat menghasilkan hasil positif seperti kualitas produk yang sangat baik, biaya operasi yang rendah, pengiriman tepat waktu, dan mengurangi pemborosan dan persediaan. Penemuan baru tentang teknologi dan inovasi baru serta pertukaran informasi berkualitas penting dalam konsep SCM.


II.   Telaah jurnal          
A.  Fokus Utama Penelitian :  
Volatilitas permintaan dan penjualan produk manufaktur menciptakan persaingan global yang ketat. Perubahan pasar global menuntut perusahaan manufaktur lebih responsif terhadap pelanggan untuk produk dan layanan bernilai tambah yang lebih tinggi.  Produk bernilai tambah, berkualitas tinggi dan inovatif muncul sebagai strategi penting untuk bertahan hidup. Banyak perusahaan manufaktur di Malaysia mengadopsi berbagai program perbaikan dan mengembangkan filosofi operasi baru untuk meningkatkan cara beroperasi agar tetap kompetitif. SCM menjadi bagian integral dari strategi perusahaan dan penerapannya di perusahaan manufaktur.
Supply chain management (SCM) mencakup integrasi visi, budaya, proses dan strategi untuk mengatur aliran optimal bahan baku bernilai tinggi berkualitas tinggi, atau komponen dari pemasok yang andal dan inovatif dalam menyediakan produk berkualitas tinggi yang dirancang dan diproduksi dengan harga bersaing. SCM mencakup semua aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan produk yang tepat ke tangan konsumen yang tepat dalam jumlah yang tepat dan pada saat yang tepat dalam rantai pasokan. SCM semakin penting dalam proses produksi dan perencanaan strategis perusahaan manufaktur global, dan ini dianggap sebagai topik daya saing kontemporer. Meningkatnya persaingan global dan meningkatnya biaya bahan baku serta menuntut kualitas produk yang lebih tinggi, pemilihan produk yang lebih baik, dan layanan pelanggan yang lebih baik sebagai tantangan baru bagi perusahaan manufaktur. Pentingnya SCM karena sebagai pendorong yang kuat dan alat strategis yang signifikan bagi perusahaan yang berusaha mencapai kesuksesan yang kompetitif. Sehingga SCM semakin banyak dilihat oleh para ilmuwan dalam  meningkatkan kemampuan untuk berkontribusi pada peningkatan kinerja.
Berdasarkan bagian pendahuluan tersebut di atas, maka pada jurnal ini mencoba menyelidiki besarnya dan arah tindakan SCM dan upaya untuk memberikan rekomendasi kepada perusahaan manufaktur. Tujuan utamanya adalah mengetahui secara empiris apakah SCM memiliki dampak signifikan terhadap kinerja produksi, menentukan apakah SCM memiliki dampak signifikan terhadap kualitas produk, mengetahui apakah kinerja produksi memiliki peran mediasi yang signifikan dalam keterkaitan antara SCM dan kualitas produk, serta menilai pentingnya masing-masing variabel SCM.


B.  Elemen yang mempengaruhi tingkat kepercayaan suatu penelitian
1.   Gaya Penulisan :
a.    Sistematika penulisan telah tersusun dengan baik dan jelas mulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak terdiri dari tujuan penelitian, metode penelitian, hasil, dan kata kunci ; pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan saran.
b.    Tata bahasa yang dipergunakakan dalam penulisan jurnal ini cukup mudah dipahami sehingga memudahkan pembaca untuk mengerti bagaimana penelitian tersebut dilaksanakan dan apa hasil yang diperoleh.

2.   Penulis :
a.    Penulis dalam penelitian ini seorang profesor manajemen mutu dan operasi di Graduate School of Business, Universiti KebangsaanMalaysia (UKM). Dia menerima gelar sarjana di bidang keuangan dari Southern Illinois University dan menguasai ilmu manajemen dari Universitas St. Louis. Dia memperoleh gelar Ph.D. di Universitas Nasional Malaysia (UKM). Wilayah penelitiannya meliputi manajemen mutu, manajemen rantai pasokan, manajemen operasi, kualitas layanan dan kewiraswastaan. Karya-karyanya telah dipublikasikan di Total Quality Management (Inggris), International Journal of Management, Singapore Management Review, Journal of Quality and Reliability, Malaysian Management Review and Management Journal (Inggris).
b.  Penulisan jurnal ini sudah sesuai dengan teori yaitu, gelar akademik dari penulis tidak di cantumkan dalam penulisan jurnal.
c.   Penulis mencantumkan lembaga tempat peneliti bekerja. 
d.  Menurut penelaah, dengan melihat latar belakang departemen mereka berasal, penulis tersebut mempunyai kualifikasi yang cukup di bidang yang mereka teliti.

3.   Judul :
Supply Chain Management :
The Influence of SCM on Production Performance and Product Quality


a. Judul penelitian cukup jelas, efektif, akurat, tidak ambigu, dan menggambarkan isi utama penelitian
b. Pembaca dapat menangkap makna yang disampaikan dalam jurnal
c. Judul penelitian secara penulisan sudah memenuhi syarat yaitu tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek, cukup menarik dan tanpa singkatan. Judul penelitian mencukupi minimal kata dalam membuat judul 5 - 12 kata.
d. Namun kekurangannya: belum memenuhi prinsip 5W 1H. Pada penelitian tidak mencantumkan tahun penelitian diadakan. Sehingga pembaca tidak mengetahui kapan dilakukannya penelitian.

4.   Abstrak :
Kelebihan :
a. Abstrak mampu menggambarkan mengenai masalah penelitian yaitu masalah Manajemen rantai pasokan dalam meningkatkan kinerja dan kualitas produk, tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari SCM terhadap kinerja produksi dan kualitas produk, metoda yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan observasi dan wawancara.
b. Hasil yang didapatkan bahwa teknologi dan inovasi baru adalah faktor yang paling penting dalam meningkatkan kinerja produksi dan kualitas produk disamping variabel kemitraan pemaso strategis, pertukaran informasi yang berkualitas dan produksi ramping.
c. Mencantumkan kata kunci
d. Jumlah kata dalam abstrak kurang  dari 250 kata.

Kekurangan :
Abstrak belum memenuhi metode IMRAD (Introduction, Metode, Result,  Analize, Discussion). Penulis ada menuliskan pendahuluan pada abstrak, begitu juga dengan metode penelitian yaitu penelitian deskriptif, hasil yang diperoleh dari penelitian juga dicantumkan serta analisis apa yang digunakan namun tidak menjelaskan kesimpulan dan saran sehingga informasi yang disampaikan kurang bernilai.


C.  Elemen yang mempengaruhi kekuatan suatu penelitian

1.   Tujuan/ Masalah Penelitian :
Tujuan dari penelitian sudah ada dicantumkan dalam pendahuluan, namun permasalahan yang ada tidak digambarkan dalam rumusan masalah maka tidak diketahui apakah tujuan tersebut senada/tidak dengan rumusan masalah. Sebaiknya tujuan dicantumkan dengan jelas, sehingga bisa mengetahui sejauh mana variabel yang akan diukur.
Tujuan dari penelitian adalah : Untuk mengetahui dampak Supply Chain Management terhadap kinerja produksi dan kualitas produk serta peran mediasi dalam hubungan antara SCM denga kualitas produk. Permasalahan yang diangkat belum digambarkan menurut data sekunder yang ada. Selain itu penulis juga tidak mencantumkan apakah telah melakukan survei pendahuluan sebagai dasar untuk melanjutkan penelitian. Tapi penulis tidak menjelaskan tujuan secara umum dan khusus dari penelitian ini.




2.    Konsistensi logis :
Penelitian ini membuat laporannya dengan mengikuti langkah-langkah yang seharusnya yaitu:   ada judul penelitian, nama penulis, abstrak, pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan saran.

3.   Literatur review :
a.    Penyusunan literatur menggunakan format daftar pustaka yang sangat popular yaitu sistem Harvard. Sistem harvard menggunakan nama penulis dan tahun publikasi  secara alpabet. Namun kekurangan dalam daftar pustaka di jurnal ini tidak diurutkan secara alpabet.
b.    Penulisan jurnal berdasarkan literatur yang ada, memaparkan hasil temuan dan membandingkan dengan literatur, namun tidak dapat memunculkan saran.
c.    Literatur yang digunakan berjumlah 56 buah berskala internasional

4.   Kerangka Teori/Konsep :
Kerangka teori dan kerangka konsep digambarkan secara jelas dalam jurnal penelitian tersebut dalam bentuk diagram dan juga membuat hipotesis dan petunjuk. Ada tiga konstruksi yang dibuat yaitu manajemen rantai pasokan, kinerja produksi dan kualitas produksi.

5.   Tujuan/ sasaran/ pertanyaan penelitian/ hipotesis :
a.     Tujuan dan sasaran penelitian terdapat dalam pendahuluan jurnal
b.     Pertanyaan penelitian dan hipotesis tidak tergambar dalam pendahuluan.

6.   Sampel :
a.    Penelitian ini dilakukan di perusahaan manufaktur di Malaysia sebanyak 250 perusahaan manufaktur. Metode yang digunakan survei kuantitatif. Instrumen dilakukan dengan mengukur persepsi manajer produksi atau manajer SCM tentang implementasi SCM dan tingkat kinerja serta kualitas produk.
b.    Kriteria pemilihan sampel dijelaskan  dalam penelitian, kerangka sampling berasal dari Federation of Malaysian Manufacturers Directory – FMM) dan masing-masing perusahaan diwakili oleh manajer.

7.   Pertimbangan Ethical :
a. Pertimbangan ethnical bertujuan untuk menjelaskan maksud dari penelitian. Sebelum mendapatkan persetujuan lisan dari peserta (subjek penelitian), terlebih dahulu mereka diberikan penjelasan mengenai : tujuan, sasaran dan metodologi penelitian.

8.   Definisi Operasional : tidak disebutkan secara jelas dalam jurnal.

9.   Metodologi :
a. Desain penelitian yang digunakan adalah metode survei kuantitatif dan data dikumpulkan dari 250 perusahaan manufaktur. Instrumen survei dengan mengukur persepsi manajer produksi atau manajer SCM tentang implementasi SCM dan tingkat kinerja di perusahaan manufaktur
b. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan melakukan pengamatan langsung/ observasi.
c. Kuesioner yang digunakan sudah dilakukan uji validitas dan reabilitas kuesioner.

10.   Data analisis/ hasil :
a. Analisis statistik yang digunakan adalah menggunakan analisis korelasi Pearson.
b. Penyajian tabel disertai dengan narasi yang jelas mengenai isi tabel






11.   Pembahasan temuan hasil penelitian
a. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, artinya hasil temuan bertujuan untuk menggambarkan keadaan suatu fenomena yang terjadi di wilayah tersebut. Penyajian data deskriptif disajikan dalam tebel distribusi frekuensi.
b. Penelitian ini  melakukan uji hipotesis, variabel-variabel yang digunakan disajikan dalam tabel dan dinarasikan.
c. Pada pembahasan peneliti hanya mengemukan hasil temuan dari penelitian yang telah dilakukan. Kemudian memaparkan atau membandingkan dengan hasil temuan sebelumnya atau referensi yang digunakan.
d. Kekuatan dan keterbatasan penelitian termasuk generalisasi tidak dijelaskan dalam jurnal tersebut.
e. Jurnal tidak memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.
         
12. Referensi
Literatur yang digunakan berasal dari 56 sumber dan menggunakan literatur dalam bentuk jurnal yang telah dipublikasikan sebelumnya.

13. Kesimpulan dan Saran
Makalah ini relevan bagi praktisi, manajer SCM dan peneliti akademis karena kerangka konseptual dan temuan dapat memberikan informasi, besaran dan arahan yang signifikan mengenai praktik SCM yang dapat digunakan untuk memecahkan tantangan dan prioritas guna meningkatkan kinerja dengan pemanfaatan sumber daya yang terbatas.