Artikel atau Jurnal, dapat kita telaah ulang. Cara Telaah Artikel atau Jurnal Sebagai Berikut :
contoh :
Hasil Telaah Artikel tentang Prevalensi
Hipertensi dan Determinannya di Indonesia
A. Judul Artikel
Pada
judul artikel terdapat 4 kata, sedangkan dalam teori judul sebaiknya terdiri
dari 5 – 10 kata. Artinya pada judul Artikel
masih terlalu pendek.
(Ada
baiknya jika di cantumkan tahun
penelitian agar pembaca mengetahui kapan dilakukannya penelitian dan mencukupi
kata minimal dalam membuat judul yaitu 5 – 10 kata)
B. Penulisan
Nama
Dalam
penulisan artikel nama tidak disertai dengan gelar akademik. Sudah sesuai
dengan teori.
C. Abstrak
dan Kata Kunci
Masalah
dalam artikel Insidensi Penyakit Tidak Menular : Hipertensi di Indonesia,
Tujuan
nya untuk : memberikan informasi tentang prevalensi Hipertensi di Indonesia,
mengetahui karakteristik dan determinan Hipertensi dan factor resiko yang
berkaitan dengan hipertensi.
Penelitian
ini menggunakan Cross Sectional dan Case Control
Hasil
penelitian : prevalensi Hipertensi di Indonesia adalah 32,2 %. Hipootesis tidak
di cantumkan. Dalam penulisannya pun di translate kedalam bahasa Inggris (sudah
sesuai dengan teori)
Panjang
abstrak adalah 229 kata ( dalam teori 75 -100 kata )
Key
word : hipertensi, prevalensi dan factor resiko
D.
Metode
a. Sumber
data dari Riskesdas 2007 dengan responden yang berumur 18 tahun yang berjumlah
567.530 orang.
b. Desain
analisis menggunakan Cross Sectionaldan
case control. Tehnik analisis data
dengan melakukang seleksi variabel Independen dengan analisis bivariat.
E. Hasil
Dalam
artikel di cantumkan tabel dan pembahasannya
F. Pembahasan
Dalam
pembahasan artikel, masalah, tafsiran hasil dari penelitian dan menyusun teori
atau langkah selanjut nya sudah tercantum.
G. Simpulan
dan saran
Kesimpulan
dalam artikel juga di jelaskan atau di uraikan hasil dari pembahasan.
H. Daftar
rujukan
Daftar
rujukan terlampir..
Syarat – syarat judul
yang baik :
1. Spesifik
2. Efektif, judul tidak boleh lebih dari 12 kata untuk
bahasa Indonesia dan 10kata
untuk bahasa Inggris
3. Singkat,
Menurut Day (1993), judul yang baik adalah yang menggunakan kata-kata
sesedikit mungkin tetapi cukup menjelaskan isi paper. Namun, judul tidak boleh terlalu pendek sehingga
menimbulkan cakupan penelitian yang
terlalu luas yang menyebabkan pembaca bingung.
4. Menarik
5. Pembaca dapat langsung menangkap makna yang disampaikan dalam jurnal dalam sekali
baca
Judul
jurnal ini adalah
IS THE COLLEGE ENVIRONMENT ADEQUATE FOR
ACCESSING TO NUTRITIONEDUCATION : A STUDY IN TAIWAN
Kritik terhadap judul jurnal tersebut :
1. Kurang spesifik karena pembaca kurang bisa memahami apa eksposuredan outcome pada
penelitian ini hanya dari sekali baca
2. Keefektifitasan
judul diluhat dari kelugasan penulisannya yaitu tidak bolehlebih dari 10 kata. Jadi
judul jurnal ini tidak efektif karena judul
terdirilebih dari 10.
3. Judulnya kurang karena judul berupa kata tanya,
pada hal itu tidak diperbolehkan
untuk penulisan jurnal ilmiah.
4. Pembaca
kurang bisa memahami apa makna yang ingin disampaikan oleh peneliti jika hanya dari membaca judul saja
Nama Penulis, Syarat
– syarat penulisan nama penulis jurnal :
1.
Tanpa gelar
akademik/ professional
2. Jika lebih dari 3 orang boleh yang dicantumkan hanya penulis utama,dilengkapi dengan dkk
; nama penulis lain dimuat di catatan
kaki ataucatatan akhir
3. Ditulis alamat dari penulis berupa email dari peneliti
4. Tercantum nama lembaga tempat peneliti bekerja
5. Jika penulisan paper dalam tim, penulisan nama diurutkan sesuaikontibusi
penulis.Penulis Utama :Penggagas, Pencetus
Ide, Perencana & penanggung jawab utama
kegiatan. Penulis kedua :Kontributor kedua,dst.
Abstrak Abstrak
merupakan ringkasan suatu paper yang
mengandung semua informasi yang
diperlukan pembaca untuk menyimpulkan apatujuan
dari penelitian yang dilakukan, bagaimana metode/pelaksanaan penelitian yang dilakukan, apa hasil-hasil yang
diperoleh dan apasignifikansi/ nilai manfaat serta kesimpulan
dari penelitian tersebut.Abstrak yang baik
harus mencakup tentang permasalahan, objek
penelitian, tujuan dan lingkup penelitian, pemecahan masalah, metode
penelitian, hasil utama, serta kesimpulan yang dicapai.Selain judul, umumnya pembaca jurnal-jurnal ilmiah hanyamembaca abstrak
saja dari paper-paper yang dipublikasi dan hanyamembaca secara utuh paper-paper yang paling menarik bagi mereka
Cara penulisannya :
Tersusun tidak lebih
dari 200 – 250 kata. Namun ada pula yangmembatasi abstraknya tidak boleh lebih
dari 300 kata. Karena itu untuk penulisan abstrak cermati ketentuan yang
diminta redaksi.Ditulis dalam bhs. Indonesia
& Inggris. Diawali bhs. Inggris jika penulisan keseluruhan tubuh paper
dalam bhs. Inggris, dan diawali bhs.Indonesia jika penulisan keseluruhan
tubuh paper dalam bhs. Indonesia.Berdiri
sendiri satu alinea (ada juga yang menentukan bisa lebihdari satu
alinea).Untuk jenis paper hasil penelitian: Penulisan abtraknya tanpa tabel,tanpa rumus, tanpa gambar, dan tanpa acuan
pustaka. Jadi tidak bolehmengutip
pendapat orang lain, harus menggunakan data-data dan hasil penelitian
serta argumen yang didapat dari penelitian sendiri.Untuk jenis paper hasil review : Penulisan abstraknya bolehmengutip hasil penelitian orang lain dari acuan
pustaka/ sumber yangdiacu
Di bawah abstrak ditulis
kata kunci, paling sedikit terdiri dari tigakata yang relevan dan paling
mewakili isi karya tulis. Demikian juga di bawah abstract ditulis paling
sedikit tiga
key words yang
sesuai dengan kata kunci pada abstrak (bhs. Indonesia). Kata kunci,
tidak selalu terdiri 3 kata, ada juga yang
menentukan kata kunci ditulis dalam 4-6 kata(tergantung redaksi, jadi
perhatikan ketentuan yang diminta).
Adakah kekonsitenan
dalam penulisan dimana metode maupun hasilmenjawab tujuan
penelitian.Konsisten karena bahasan
penelitian sesuai tujuan, hasil dankesimpulan.
7. Literatur, Semua bahan acuan dalam bentuk jurnal, buku ataupun naskah ilmiahyang
digunakan sebagai referensi/acuan ditulis pada bagian ini. Reference yang dirujuk haruslah yang benar-benar mempunyai kontribusi nyatadalam
penelitian tersebut.
Penulisan Daftar Pustaka Sistem Harvard
(author-date style).Sistem Harvard menggunakan
nama penulis dan tahun publikasi dengan urutan
pemunculan berdasarkan nama penulis secara alfabetis. AlamatInternet
ditulis cetak miring.
Contoh :
Buller H, Hoggart K. 1994a. New drugs for
acute respiratory distress syndrome. New England J Med 337(6): 435-439.
Penulisan Daftar Pustaka Sistem Vancouver
(author-number style)
Sistem Vancouver
menggunakan cara penomoran (pemberikan angka)yang berurutan untuk
menunjukkan rujukan pustaka (sitasi).Contoh :
(1) Prabowo GJ, Priyanto E. New drugs for acute respiratory
distress syndromedue to avian virus. N Ind J Med.
2005;337:435-9.
Penggunaan literature
telah tepat, yaitu menggunakan sumber-sumber acuan yang dapat dipercaya dan
sesuai atau mendukung teori dalam penelitian ini. Secara umum, penyusunan
daftar pustaka terdiri atas dua jenis, yaitu dengan cara penomoran dan penyusunan secara alfabetis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar