TUGAS
TELAAH JURNAL
MATA
KULIAH MANAGEMEN LOGISTIK
DOSEN
Dr. Dedy Almasdi, SSi.Apt.MSi
Oleh:
RAHMI HIDAYANTI
NIM. 1620322021
PASCA SARJANA
PROGRAM STUDI
KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2017
”TELAAH JURNAL“
SUPPLY
CHAIN MANAGEMENT : THE INFLUENCE OF SCM ON PRODUCTION PERFORMANCE AND PRODUCT
QUALITY
|
Judul
|
:
|
Supply Chain Management : The Influence of SCM on
Production Performance and Product Quality
|
|
Penulis
|
:
|
Arawati Agus
|
|
Publikasi
|
:
|
Journal of Economics, Business and Management, Vol 3 No
11 November 2015.
DOI : 10.7763/ JOEBM.2015.V3.332. http://www.joebm.com
|
|
Penelaah
|
:
|
Rahmi Hidayanti
|
|
Tanggal Telaah
|
:
|
6 Januari 2018
|
I. Deskripsi
Jurnal :
1. Tujuan Utama Penelitian
Untuk
mengetahui dampak Supply Chain Management terhadap kinerja produksi dan kualitas
produk serta peran mediasi dalam hubungan antara SCM denga kualitas produk.
2. Hasil
Penelitian
Penelitian
ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara SCM dengan kinerja produksi dan
kualitas produk. Variabel SCM yang digunakan kemitraan pemasok strategis,
produksi ramping, pertukaran informasi yang
berkualitas dan teknologi dan inovasi memiliki korelasi yang tinggi dan signifikan dengan
kinerja produksi dan kualitas produk. Efektivitas dan efisiensi produksi memiliki korelasi yang
kuat dan signifikan dengan teknologi dan inovasi baru (r = 0,510 dan r = 0,535)
serta produksi ramping (r = 0,509 dan r = 0,534). Kesesuaian
produk, kinerja produk dan keandalan produk juga memiliki korelasi positif dan
signifikan dengan variabel SCM. Temuan ini konsisten dengan beberapa penelitian
sebelumnya yang memproklamasikan transformasi organisasi yang lebih baik
sebagai hasil inisiatif SCM.
Hasil algoritma Smart PLS menunjukkan bahwa
jalur dari SCM ke kinerja produksi (PPERF) relatif tinggi dengan beban 0,619
dan signifikan dengan nilai t 13,122. Model algoritma Smart
PLS menunjukkan dampak SCM terhadap kinerja kualitas produk cukup tinggi dengan
pemuatan 0,404 dan signifikan dengan nilai t sebesar 6,683. Kinerja produksi berpengaruh positif (loading = 0,462) dan
pengaruh signifikan (t-value = 7,603) terhadap kinerja kualitas produk.
Identifikasi
kinerja produksi memediasi hubungan SCM dan kualitas produk, SCM menunjukkan efek signifikan
secara langsung maupun tidak langsung (melalui kinerja produksi) terhadap
kualitas produk. Kinerja produksi memediasi hubungan
antara SCM dan kualitas produk. Untuk lebih memvalidasi hubungan mediasi, uji
Sobel dilakukan untuk menguji signifikansi efek mediasi.
Hasil uji Sobel (t-value = 5.133, 0.001) memberikan dukungan terhadap efek mediasi dan kinerja produksi
dalam hubungan antara SCM dan kualitas produk. SCM pada akhirnya dapat
meningkatkan kualitas produk perusahaan manufaktur di Malaysia.
Kontribusi masing-masing variabel SCM menunjukkan bahwa
"teknologi dan inovasi baru" (nilai pemuatan = 0,854) memiliki
kontribusi tertinggi terhadap implementasi SCM. Variabel kemitraan pemasok strategis (nilai pemuatan = 0,844), variabel pertukaran informasi berkualitas (nilai pembebanan =
0,853) dan variabel produksi ramping (nilai
pemuatan = 0,778). Semua indikator memiliki nilai probabilitas yang signifikan. Temuan menunjukkan SCM memiliki pengaruh yang tinggi
terhadap indikator kinerja produksi khususnya
efisiensi produksi (nilai pemuatan = 0,950) dan
efektivitas produksi (pemuatan = 0,949). Hasil Smart PLS menunjukkan variabel
SCM memiliki kontribusi signifikan terhadap indikator kualitas produk, yaitu
"kinerja produk" (nilai pemuatan = 0,947), "kesesuaian
produk" (nilai pemuatan = 0,943), dan "keandalan produk" (nilai
pemuatan= 0,940).
3. Kesimpulan Penelitian
SCM
yang baik dapat menghasilkan hasil positif seperti kualitas produk yang sangat
baik, biaya operasi yang rendah, pengiriman tepat waktu, dan mengurangi
pemborosan dan persediaan. Penemuan baru tentang
teknologi dan inovasi baru serta pertukaran informasi
berkualitas penting dalam konsep SCM.
II.
Telaah jurnal
A.
Fokus Utama Penelitian :
Volatilitas permintaan dan penjualan produk
manufaktur menciptakan persaingan global yang ketat. Perubahan
pasar global menuntut perusahaan manufaktur lebih
responsif terhadap pelanggan untuk produk dan layanan bernilai tambah yang
lebih tinggi. Produk
bernilai tambah, berkualitas tinggi dan inovatif muncul sebagai strategi
penting untuk bertahan hidup. Banyak perusahaan manufaktur di Malaysia
mengadopsi berbagai program perbaikan dan mengembangkan filosofi operasi baru
untuk meningkatkan cara beroperasi agar tetap kompetitif. SCM menjadi bagian
integral dari strategi perusahaan dan penerapannya di perusahaan manufaktur.
Supply chain management (SCM) mencakup
integrasi visi, budaya, proses dan strategi untuk mengatur aliran optimal bahan
baku bernilai tinggi berkualitas tinggi, atau komponen dari pemasok yang andal
dan inovatif dalam menyediakan produk
berkualitas tinggi yang dirancang dan diproduksi dengan harga bersaing. SCM
mencakup semua aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan produk yang tepat ke
tangan konsumen yang tepat dalam jumlah yang tepat dan pada saat yang tepat
dalam rantai pasokan. SCM semakin penting dalam proses produksi dan perencanaan
strategis perusahaan manufaktur global, dan ini dianggap sebagai topik daya
saing kontemporer. Meningkatnya persaingan global dan meningkatnya biaya bahan baku serta menuntut kualitas produk yang lebih tinggi, pemilihan
produk yang lebih baik, dan layanan pelanggan yang lebih baik sebagai tantangan baru bagi perusahaan manufaktur. Pentingnya SCM
karena sebagai pendorong yang kuat dan alat strategis yang signifikan bagi
perusahaan yang berusaha mencapai kesuksesan yang kompetitif. Sehingga SCM semakin banyak dilihat oleh para ilmuwan dalam meningkatkan kemampuan
untuk berkontribusi pada peningkatan kinerja.
Berdasarkan
bagian pendahuluan tersebut di atas, maka pada jurnal ini mencoba menyelidiki besarnya dan arah tindakan SCM dan
upaya untuk memberikan rekomendasi kepada perusahaan manufaktur. Tujuan utamanya adalah mengetahui
secara empiris apakah SCM memiliki dampak signifikan terhadap kinerja produksi, menentukan apakah SCM memiliki dampak signifikan terhadap
kualitas produk, mengetahui apakah kinerja
produksi memiliki peran mediasi yang signifikan dalam keterkaitan antara SCM
dan kualitas produk, serta menilai pentingnya
masing-masing variabel SCM.
B.
Elemen yang mempengaruhi tingkat kepercayaan suatu penelitian
1. Gaya Penulisan :
a.
Sistematika penulisan telah tersusun dengan baik dan jelas mulai dari
judul penelitian, nama penulis, abstrak terdiri dari tujuan penelitian, metode penelitian, hasil, dan kata kunci ; pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan saran.
b.
Tata
bahasa yang dipergunakakan dalam penulisan jurnal ini cukup mudah dipahami
sehingga memudahkan pembaca untuk mengerti bagaimana penelitian tersebut
dilaksanakan dan apa hasil yang diperoleh.
2.
Penulis :
a. Penulis dalam penelitian ini seorang
profesor manajemen mutu dan operasi di
Graduate School of Business, Universiti KebangsaanMalaysia (UKM). Dia menerima
gelar sarjana di bidang keuangan dari Southern Illinois University dan
menguasai ilmu manajemen dari Universitas St. Louis. Dia memperoleh gelar Ph.D.
di Universitas Nasional Malaysia (UKM). Wilayah penelitiannya meliputi
manajemen mutu, manajemen rantai pasokan, manajemen operasi, kualitas layanan
dan kewiraswastaan. Karya-karyanya telah dipublikasikan di Total Quality
Management (Inggris), International Journal of Management, Singapore Management
Review, Journal of Quality and Reliability, Malaysian Management Review and
Management Journal (Inggris).
b. Penulisan
jurnal ini sudah sesuai dengan teori yaitu, gelar akademik dari penulis tidak
di cantumkan dalam penulisan jurnal.
c.
Penulis mencantumkan lembaga tempat peneliti
bekerja.
d. Menurut penelaah, dengan melihat latar belakang
departemen mereka berasal, penulis tersebut mempunyai kualifikasi yang cukup di
bidang yang mereka teliti.
3. Judul :
Supply Chain Management :
The Influence of SCM on Production Performance and Product Quality
a. Judul penelitian cukup jelas, efektif, akurat, tidak ambigu, dan menggambarkan isi utama penelitian
b. Pembaca
dapat menangkap makna yang disampaikan dalam jurnal
c. Judul
penelitian secara penulisan sudah memenuhi syarat yaitu tidak terlalu panjang
dan tidak terlalu pendek, cukup menarik dan tanpa singkatan. Judul penelitian mencukupi minimal kata
dalam membuat judul 5 - 12 kata.
d. Namun kekurangannya: belum memenuhi prinsip 5W 1H. Pada
penelitian tidak mencantumkan tahun
penelitian diadakan. Sehingga pembaca tidak mengetahui kapan
dilakukannya penelitian.
4. Abstrak :
Kelebihan :
a. Abstrak mampu menggambarkan mengenai masalah
penelitian yaitu masalah Manajemen rantai pasokan dalam meningkatkan kinerja dan kualitas produk, tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari SCM terhadap kinerja produksi
dan kualitas produk, metoda
yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan
observasi dan wawancara.
b. Hasil yang didapatkan bahwa teknologi dan inovasi baru adalah faktor yang paling
penting dalam meningkatkan kinerja produksi dan kualitas produk disamping
variabel kemitraan pemaso strategis, pertukaran informasi yang berkualitas dan
produksi ramping.
c. Mencantumkan kata kunci
d. Jumlah
kata dalam abstrak kurang dari 250 kata.
Kekurangan :
Abstrak belum memenuhi metode IMRAD (Introduction, Metode, Result, Analize,
Discussion). Penulis ada menuliskan pendahuluan pada abstrak, begitu
juga dengan metode penelitian yaitu penelitian deskriptif, hasil yang diperoleh
dari penelitian juga dicantumkan serta analisis apa yang digunakan namun tidak
menjelaskan kesimpulan dan saran sehingga informasi yang disampaikan kurang
bernilai.
C.
Elemen
yang mempengaruhi kekuatan suatu penelitian
1. Tujuan/ Masalah Penelitian :
Tujuan dari penelitian sudah ada dicantumkan
dalam pendahuluan, namun permasalahan yang ada tidak digambarkan dalam rumusan
masalah maka tidak diketahui
apakah tujuan tersebut senada/tidak dengan rumusan masalah. Sebaiknya tujuan
dicantumkan dengan jelas, sehingga bisa mengetahui sejauh mana variabel yang
akan diukur.
Tujuan dari penelitian adalah : Untuk
mengetahui dampak Supply Chain Management terhadap kinerja produksi dan kualitas
produk serta peran mediasi dalam hubungan antara SCM denga kualitas produk.
Permasalahan yang diangkat belum digambarkan
menurut data sekunder yang ada. Selain itu penulis juga tidak mencantumkan apakah telah melakukan survei pendahuluan
sebagai dasar untuk melanjutkan penelitian. Tapi penulis tidak menjelaskan
tujuan secara umum dan khusus dari penelitian ini.
2. Konsistensi logis :
Penelitian
ini
membuat laporannya dengan mengikuti
langkah-langkah yang seharusnya yaitu: ada judul
penelitian, nama penulis, abstrak, pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan
saran.
3. Literatur review :
a.
Penyusunan literatur menggunakan format daftar pustaka yang
sangat popular yaitu sistem Harvard. Sistem harvard menggunakan nama
penulis dan tahun publikasi secara
alpabet. Namun kekurangan dalam daftar pustaka di jurnal ini tidak diurutkan
secara alpabet.
b.
Penulisan
jurnal berdasarkan literatur yang ada, memaparkan hasil temuan
dan membandingkan dengan literatur, namun tidak dapat memunculkan saran.
c.
Literatur yang digunakan berjumlah 56 buah berskala internasional
4. Kerangka Teori/Konsep :
Kerangka teori dan kerangka konsep digambarkan secara jelas dalam jurnal penelitian
tersebut dalam bentuk diagram
dan juga membuat hipotesis dan petunjuk. Ada tiga konstruksi yang dibuat yaitu
manajemen rantai pasokan, kinerja produksi dan kualitas produksi.
5. Tujuan/ sasaran/ pertanyaan penelitian/
hipotesis :
a. Tujuan dan sasaran penelitian terdapat
dalam pendahuluan jurnal
b. Pertanyaan
penelitian dan hipotesis tidak tergambar dalam pendahuluan.
6. Sampel :
a.
Penelitian
ini dilakukan di perusahaan manufaktur di
Malaysia sebanyak 250 perusahaan manufaktur. Metode yang digunakan survei
kuantitatif. Instrumen dilakukan dengan mengukur persepsi manajer produksi atau
manajer SCM tentang implementasi SCM dan tingkat kinerja serta kualitas produk.
b.
Kriteria pemilihan sampel dijelaskan dalam penelitian, kerangka sampling berasal dari Federation of Malaysian Manufacturers
Directory – FMM) dan masing-masing perusahaan diwakili oleh manajer.
7. Pertimbangan Ethical :
a. Pertimbangan
ethnical bertujuan untuk menjelaskan maksud dari penelitian. Sebelum mendapatkan persetujuan lisan dari peserta
(subjek penelitian), terlebih dahulu mereka diberikan penjelasan mengenai :
tujuan, sasaran dan metodologi penelitian.
8. Definisi Operasional : tidak disebutkan secara jelas dalam jurnal.
9. Metodologi :
a. Desain penelitian yang digunakan adalah metode survei kuantitatif dan data dikumpulkan dari 250
perusahaan manufaktur. Instrumen survei dengan mengukur persepsi manajer
produksi atau manajer SCM tentang implementasi SCM dan tingkat kinerja di
perusahaan manufaktur
b. Metode
pengumpulan data menggunakan kuesioner dan
melakukan pengamatan langsung/ observasi.
c. Kuesioner yang digunakan sudah dilakukan uji
validitas dan reabilitas kuesioner.
10.
Data analisis/ hasil :
a. Analisis statistik yang digunakan adalah menggunakan
analisis korelasi Pearson.
b. Penyajian tabel disertai dengan narasi yang jelas
mengenai isi tabel
11. Pembahasan temuan hasil penelitian
a. Penelitian
ini bersifat deskriptif kuantitatif,
artinya hasil temuan bertujuan untuk menggambarkan keadaan suatu fenomena yang
terjadi di wilayah tersebut. Penyajian data deskriptif disajikan dalam tebel
distribusi frekuensi.
b. Penelitian
ini melakukan uji hipotesis,
variabel-variabel yang digunakan disajikan dalam tabel dan dinarasikan.
c. Pada
pembahasan peneliti hanya mengemukan hasil temuan dari penelitian yang telah dilakukan.
Kemudian memaparkan atau membandingkan dengan hasil temuan sebelumnya atau
referensi yang digunakan.
d. Kekuatan dan keterbatasan penelitian termasuk
generalisasi tidak dijelaskan dalam jurnal tersebut.
e. Jurnal
tidak memberikan rekomendasi
untuk penelitian selanjutnya.
12. Referensi
Literatur yang
digunakan berasal dari 56
sumber dan menggunakan literatur
dalam
bentuk jurnal
yang telah dipublikasikan sebelumnya.
13.
Kesimpulan dan Saran
Makalah ini relevan bagi praktisi, manajer
SCM dan peneliti akademis karena kerangka konseptual dan temuan dapat
memberikan informasi, besaran dan arahan yang signifikan mengenai praktik SCM
yang dapat digunakan untuk memecahkan tantangan dan prioritas guna meningkatkan
kinerja dengan pemanfaatan sumber daya yang
terbatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar